Pelaku yang Jual Remaja ‘MiChat’ ke Lelaki Hidung Belang Resmi Ditangkap

Pelaku yang Jual Remaja ‘MiChat’ ke Lelaki Hidung Belang Resmi Ditangkap

Belakangan ini ramai di media sosial perihal remaja yang dijual oleh dua orang laki-laki melalui aplikasi MiChat. 

Kedua laki-laki yang kini telah diamankan petugas kepolisian itu merupakan muncikari yang menjual seorang remaja berinisial A (15) di sebuah indekos di wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi pada Oktober 2023 lalu.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhamad Firdaus mengungkapkan peran dari masing-masing tersangka D (18) dan AT alias Oma (52) saat menjual remaja di aplikasi MiChat.

Peran yang awal mencari korban adalah D. Pemuda itu akan mencari calon korbannya di aplikasi Tantan terlebih dahulu.

“Di aplikasi ini, si D berkenalan dengan korban dan kemudian dari perkenalan tersebut, korban diajak ke satu tempat,” kata Firdaus saat rilis pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (15/1/2024).

Di perkenalan itu, korban akan diberi iming-iming berlibur ke Bali dan sejumlah uang. 

Sementara tersangka A alias Oma berperan sebagai orang yang mengajak korban untuk bekerja apabila ingin mendapatkan hadiah yang diiming-imingi tersebut.

Dengan segala tipu dayanya, Oma akan memberi janji manis agar korban yang masih di bawah umur mau menuruti permintaan tersangka.

“Setelah korban mengatakan mau bekerja, selanjutnya tersangka D mencari pelanggan menggunakan aplikasi MiChat,” jelas Firdaus.

Untuk setiap transaksi, pria hidung belang yang menyewa jasa korban akan memberi uang antara Rp 250.000-Rp 450.000. 

Uang ratusan ribu itu akan dipotong Rp 100.000 dan masing-masing dari korban dan penyalur D akan mendapat uang Rp 50.000.

“Untuk korban mendapatkan upah setiap tamu yakni Rp 50.000, selebihnya diserahkan ke tersangka A alias Oma. Tersangka D mendapatkan upah Rp 50.000,” imbuh Firdaus.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 88 juncto Pasal 76i UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Pasal 55 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun,” tutur Firdaus.

#beritaterkini#beritaviral#judionline#judislot#promojudi#slotgacor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *